Bahan atau Material Dasar Yang Sering Dipakai Membuat Tas

Bahan Dasar Membuat Tas

Belakangan ini ada banyak sekali bahan atau material pokok yang digunakan untuk membuat tas, dari mulai yang berbahan kulit asli sampai dengan bahan ramah lingkungan seperti kulit buah juga ada yang dijadikan bahan pembuat tas. Hal itu tentu saja tergantung dari ide dan kreatifitas desainer atau produsen / rumah-rumah konveksi dalam menciptakan tas.

Dari sekian banyak bahan dasar tas yang sering atau pernah kita ketahui, sebenarnya hanya ada 2 bahan dasar saja yang sering digunakan untuk membuat tas. Berikut ini adalah ulasannya.

Bahan Kulit (Leather)

Kulit sudah umum menjadi bahan dasar untuk pembuatan sebuah tas, karena selain awet dan tahan lama, harga jualnya juga lumayan tinggi. Hal tersebut dikarenakan bahan kulit asli memang susah didapat dan tidak sembarangan produsen kulit menjualnya. Untuk kulit asli (genuine leather) biasanya diambil dari hewan seperti sapi, kambing, babi, ular, buaya dan lainnya yang secara umum dikelompokkan dalam 3 kategori yaitu kulit anilin (aniline), kulit semi anilin (semi-aniline) dan kulit pigmented. Dari bahan asli tersebut nantinya diolah kembali menjadi beberapa kategori bahan kulit seperti Pull-up, Full Grain, Brush-Off, Nubuck dan Suede.

Berbeda dengan genuine leather, ada juga bahan Synthetic leather / Faux leather atau biasanya disebut kulit sintetis. Jenis kulit ini terbuat dari plastik yaitu PVC dan PU atau orang banyak menyebut sebagai Imitasi atau plastik. Saat ini bahan sintetis paling banyak dipakai terutama oleh produsen yang sering mengeluarkan tas branded KW. Dari bahan utama plastik tersebut diolah sedemikian rupa menjadi bahan dasar seperti Taiga, Embos, Glossy, Kanvas leather dan Croco yang menyerupai kulit aslinya.

Perbedaan yang paling mencolok antara kulit asli dengan sintetis dapat dilihat dari tampilan fisiknya. Kulit asli biasanya memiliki permukaan kaku, tidak rata, pori-porinya tidak beraturan, dan warnanya pudar karena memang alami. Sedangkan untuk kulit sintetis atau imitasi kebalikannya, permukaan cenderung rata dan teratur juga mempunyai ragam warna.

Bahan Polyester

Bahan kedua yang juga paling banyak dipakai untuk membuat tas adalah Polyester atau disebut juga kain sintetis. Jenis bahan ini juga sama punya kelebihan tersendiri seperti genuine leather, karena bahan asli Polyester tidak diperoleh dari serat yang banyak ditemukan seperti woll, cotton atau serat lainnya yang biasa beredar melainkan dari pretoleum atau minyak bumi. Proses pembuatannya sudah pasti rumit, jadi biasanya harga tas dengan bahan asli Polyester juga cenderung mahal.

Sedangkan untuk bahan kain sintetis yang umum dipakai oleh produsen tas yaitu dinier atau jenis polyester fabric yang memiliki meaterial tebal sehingga sering digunakan membuat tas yang bersifat durable dan tahan lama. Dari bahan dasar seperti PET, PCDT atau benang ini kemudian diolah menjadi beberapa jenis polyester seperti Dinier soft/hard, Dolby, Cordura, Ripstop, Kanvas, Satin dan Corduroy.

Bahan Denim juga termasuk ke dalam polyester fibers karena terbuat dari bahan katun twill. Hanya saja denim banyak dipopulerkan di Prancis terutama untuk bahan celana Jeans. Awalnya bahan ini disana disebut Serge de Nimes, lalu kemudian dipersingkat menjadi denim (de Nims).

Itulah sedikit ulasan mengenai bahan dasar pembuat tas. Untuk kamu yang sedang mencari model tas dengan memperhitungkan bahan dasarnya, maka tidak perlu bingung karena hanya ada 2 bahan dasar yang umum dipakai untuk membuat tas yaitu kulit dan kain.
,